Nike Biru
"Aku mau putus."
"Kenapa? Apa salahku? Karena mengkhawatirkanmu? Jika iya, maafkan aku. Tolong, jangan."
"Kenapa? Tidak lelahkah kamu menangisiku hampir satu bulan?"
"Lelah. Tapi apa arti lelah jika aku masih sangat menyayangimu?", dia terdiam tak bergeming, tapi matanya berair, apakah itu yang dinamakan mata berkaca-kaca? Aku tidak tahu, dan tangannya menggenggam erat seperti menahan sesuatu. Kamu kenapa? Aku benar-benar tidak mengerti.
"Aku sudah tidak mencintaimu.", katanya setelah beberapa saat dengan posisi mematung tanpa menatapku sedikitpun. Bahkan tanganku yang mencoba menggenggamnya diacuhkan. Aku menyerah, aku berlari menjauh. Sakit
Ah, itu kisah menyakitkan dari suatu novel yang pernah ku baca, bahkan pada novel itu disebutkan sang gadis yang berlari menjauh tersebut masih mencintai lelaki itu, padahal lelaki itu sudah membuatnya sakit berkali-kali, mengacuhkannya didepan banyak orang bahkan menganggapya tidak ada. Sempat gadis itu bertanya haruskah dia menunggu? Atau akankah dia pergi? Menunggu? Kegiatan menyakitkan macam apa itu? Bagus jika pada akhirnya akan mengembalikan si pria seperti pada kisah Ada Apa Dengan Cinta? tapi jika hanya berakhir mengenaskan, apa guna? Pergi? Makanan apa lagi itu? Sulit. Dan pada akhir novel tersebut si gadis masih bertanya-tanya tentang apa yang harus dilakukannya dan tentang apa maksud mata dan tangan si pria waktu itu. Lucu, misteri macam apa itu.
0 komentar