Kamu Berjas Biru
By Unknown - 22.57
Ah, datang juga. Jenuh sudah aku menunggu di kursiku. Tapi hilang jenuhku, melihat kamu dengan segala ketampananmu. Wah, kenapa masih sama ya? Masih sama seperti dulu, membuatku terkesima. Sedih sebenernya, ketika aku masih melihatmu sebagai sosok yang membuatku terdiam, tapi kamu sendiri sudah tergila-gila dengan sosok lain di sisi dunia seberang sana. Bolehkah aku mengucapkan selamat atas kelulusan 'kita', iya 'kita'? Bolehkah? Bahaha, apa-apaan aku ini, ketika kamu menyapaku saja tidak mau, entah kenapa, aku sendiri tidak tahu. Tapi tahukah kamu? Sekarang bukan lagi kamu yang membuatku berdegup kencang, tidak ada lagi kata takut untuk melangkah pergi, karena aku sudah berdiri dengan kakiku sendiri dan karena aku sudah tidak peduli lagi akan kamu. Bukan kamu lagi yang menghiasi hariku, tapi ya seperti itu, ketika aku bertemu denganmu aku akan ah entahlah apa rasanya, tapi bukan lagi deguban, hanya seperti kaget, aku tidak tahu harus menamai apa rasa itu, ketika kita hanya akan terdiam ketika tak sengaja bertatapan, bukan lagi tatapan membenci, tapi bukan juga senyuman, hanya seperti orang bodoh yang tak sadar apa yang barusan ia tatap. Pernah kan kita tau-tau bertatap mata, dan kita berdua hanya mampu sama-sama terdiam, sebelum akhrinya sama-sama menyadari dan memlilih untuk sama-sama menyingkir. Tapi sekarang, di hall ini yang penuh dengan tawa-tawa teman, yah, sebelum akhirnya terpisah jarak, kita kembali bertatapan, dan itu hanya terpisah beberapa jarak, seperti dulu, kamu yang ada di belakangku saat kita selfie, iya, dulu kita sering bukan selfie? dan kamu ada dibelakangku, tepat seperti itu, setaun yang lalu bukan kita terakhir seperti itu? dan seminggu lagi tepat setahun kita berpisah. Ah aku masih mengingat semuanya, bagaimana dengan kamu? Sudahlah, selamat tinggal kamu, semoga sukses, dan semoga kita jangan satu univ ya? Aku hanya ingin kita benar-benar berpisah sebelum akhirnya aku mati membeku harus menahan semua rasa aneh ini. Maafkan jika selama kita bersama aku pernah melukaimu. Good-bye! Yah, even no good in goodbye:)
0 komentar