Poem : Hujan dan Rindu

By Unknown - 01.08

Hujan kembali turun di sore ini,
Mataku menatap setiap air yang jatuh pilu,
Aku yang hancur atau memang dari awal aku tidak pernah berdiri tegak?
Aku sudah mulai membangun pondasi istanaku,
Namun kau tahu? Itu sulit,
Apalagi ketika rindu menerbangkan semen-semen perekat betonku,
Ditambah kenangan yang membakar bayangan arsitektur istanaku,
Aku tersungkur dan memeluk kakiku erat,
Aku rindu K-I-T-A.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar