Katamu,
Mencintai itu sederhana
Ketika melihat tawa sang pujaan
Sapaan hangat penyemangat pagi
Ucapan penyenyak malam
Atau menyeduh kopi di coffee shop favorite
Tapi mencintai tidak seindah itu, teman
Lihat saja aku yang mencintaimu dalam kata yang terbungkam
Kamu pikir, mendengar ocehanmu tentang gadis pujaanmu itu menyenangkan? Tidak!
Sakit, tapi apa yang bisa ku lakukan? Tidak ada
Kadang aku berpikir,
Sampai kapan aku akan seperti ini?
Akankah sampai aku tak berdaya dan hanya menatapmu nanar
Atau sampai raga tak lagi tergerak
Kadang aku berpikir,
Haruskan aku melangkah pergi atau tetap meyakini kata orang tentang penantian?
Melangkah pergi tak semudah itu, apalagi dari kamu yang sudah menetap
Meyakini kata orang tentang penantian? Hah!
0 komentar