Poetry : Hujan di Siang Hari
Rintik hujan terdengar dari dalam ruangan
Semua orang bergegas keluar, tersenyum
Namun bergegas mengemasi barang-barang mereka
Aku hanya menetap di teras rumah, menatap air yang jatuh tanpa aduh
Haha, shit, pikiranku berkeliaran
Senyum menghiasi wajahku sekilas sebelum akhirnya terhapus oleh setetes air mata
Setahun yang lalu,
Kita bercengkarama, tertawa lepas
Peduli apa dengan tatapan orang disekitar karena bising kita?
Kita asik dengan dunia yang berasa milik kita berdua
Ditemani dentuman syahdu air hujan yang jatuh di atap tempat kita berteduh
Katamu, "Dingin? Mana sini tanganmu"
Dan aku suka saat kamu melakukan itu
Mungkin aku mencintai suasana hujan kala itu
Bahkan aku mungkin tidak ingin hujan bergegas reda
Tapi aku lupa,
Masih ada Dzat yang mampu membolak-balikkan hati, dan suasana
Saat ini apa yang bisa ku lakukan?
Memperhatikan kamu yang sedang berlarian ke mobil bersama seseorangmu?
Ini menyakitkan, mana mungkin kamu secepat itu melupakan semuanya?
Dan sedetik kemudian air hujan sudah bercampur dengan air mataku
Selucu itu kah hidup?
0 komentar