Aku bukan lagi sosok pecinta bintang seperti apa yang aku kagumkan sebelumnya
Aku hanyalah seorang pecinta bulan purnama, entah apa sebabnya, namun bukankah cinta tidak pernah mengenal pertanyaan mengapa?
Aku hanya menjalani, tanpa pernah mengerti ujung dari semua ini.
Kadang ada yang hilang ketika mentari mulai merekah
Entah sejak kapan aku membenci mentari
Kuning, bercahaya, bahkan semua orang tersenyum ketika mentari terbit, sayangnya aku tidak
Aku selalu menanti bulan, dengan setia
Walau kadang aku lelah, terlelap, kemudian tersadar ada sesuatu yang perlu ku perjuangkan untuk sang purnama
Sedangkan kamu?
Kamu mencintai bintang dengan caramu
Kamu selalu tersenyum ketika melihat titik bersinar di langit hitam
Bahkan sudah menjadi kebiasaanmu menghabiskan malammu hanya untuk menatap peri kecil bersinar itu
Entah apa yang kamu pikirkan tentang bintang
Sulit untuk ditebak
Katamu, bintang itu cantik dan baik
Ya, dibuktikan dengan kamu yang selalu bercerita kepada ribuan kunang-kunang langit ketika kamu lelah dengan semua hal
Namun kamu memahami ada sesuatu yang perlu kamu perjuangankan selain cerita-ceritamu kepada bintang tersebut bukan?
Kita berbeda, kita tak pernah sama
Kamu yang mengagumi bintang, aku yang mencintai bulan
Kamu yang memilih untuk bercerita lewat tatapan, aku yang memilih bercerita lewat ungkapan
Kamu yang selalu mendatangi bintang ketika sedih, aku yang selalu setia menunggu purnama
Namun, kita tetap bisa bersatu bukan?
Kita masih ada di bawah langit malam yang sama
Kita masih bisa menatap kecintaan kita bersama, sambil menikmati susu hangat mungkin?
0 komentar