It's 22:22 and I'm tired of getting hurt. Okay, let me tell you...
Awalnya,
Gunung es terlihat sangat menawan, gagah perkasa, dan putih sebagai penanda kesuciannya
Ia berdiri menantang semua orang, seperti ia tak pernah takut pada seorangpun
Ia dingin, tapi akan menjadi hangat jika tahu bagaimana cara mencari celah
Kenapa ia dingin?, tanya kebanyakan orang
Pikirkan saja, jika ia hangat seperti api, akan kah ia menjadi segagah ini? Tidak!
Namun,
Gunung es itu hancur, benar-benar hancur
Meleleh hanya karena satu orang
Orang itu tau dimana celah kehangatan si gunung es
Lalu mencoba melelehkan kegagahan gunung es
Gunung es ini sempat mengelak, menolak, bahkan mengusir
Tapi, apalah daya, usaha orang ini terlalu gencar
Bangsat memang,
Setelah berhasil melelehkan setengah gunung es, ia pergi
Bahkan ia tidak pernah berpikir apa akibat yang ia timbulkan
Ia tidak pernah berpikir tentang ratusan jiwa yang mati karena ulahnya
atau, Lautan yang meninggi karena lelehan es
Mati saja kau!, teriak kebanyakan orang
Apalah daya, semua sudah terjadi
Tak banyak yang bisa dilakukan, hanya bisa berharap, dan mencoba membangun gunukan es lagi
0 komentar