Lupakah?

By Unknown - 03.29


"Aihhh", Ia berhenti menatap gelap yang kian gelap. Ia benci gelap. Sangat amat benci. Selimut sudah menutupi seluruh tubuhnya, bersembunyi dari gelap di dalam gelap, berharap gelap yang sepi akan segera berganti pagi.
Menurutnya gelap seperti monster yang siap menikamnya kapan saja dan dimana saja.
Menurutnya ada gelap akan ada air mata yang jatuh.
Menurutnya setiap tangis luka akan bergandengan dengan gelap.
Sekali lagi, dia benci gelap.
Tapi, dia lupa.
Setiap gelap malam, selalu ada bintang kecil yang indah, atau kunang-kunang di ladang belakang rumah.
Mungkin dia lupa.
Setiap hujan akan reda, atau bahkan menghadirkan pelangi.
Mungkin dia lupa.
Gelap akan selalu bergandengan dengan terang.



Sudah, jangan bersembunyi dari gelap di dalam gelap. Keluarlah! Masih ada bintang dan kunang yang bisa kamu syukuri dengan adanya gelap.
-A

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar