Utara v Selatan
Ah, secara fisik saja kalian berbeda, bagaimana bisa disamakan? Bahkan sampai titik ini pun aku masih belum menemukan satu kesamaan diantara kalian. Oh aku menemukannya, kalian sejenis, sama-sama penunjuk arah. Yah, sekiranya hanya itu. Lalu apa lagi? Huh, membuat kepalaku berat saja memikirkan kalian. Bagaimana dengan aku yang berada ditengah-tengah kalian? Mana ku tahu harus kemana, kalian membingungkan, dan tidak memungkinkan juga aku harus terus menetap ditengah, mengambang tak berdaya. Bagaimana jika aku memilihmu, Utara? Abaikan saja sang Selatan yang sudah menjadi masa laluku. Bisakah kamu menjadi pedomanku diperjalanan selanjutnya? Ah, tapi kalian berbeda, sekali lagi. Sulit bagiku menyesuaikan diri dengan si Cuek Utara setelah sebelumnya dengan si Bawel Selatan. Aku begitu terbiasa dengan Selatan, hingga akhirnya arahnya menyesatkan dan aku harus terhempas. Bagaimana Utara? Bisakah aku berjalan di arahmu? Oke, mari kita coba. Lagipula aku sudah lelah diambang Selatan.
0 komentar